TPHP (Teknik Pengolahan Hasil Perikanan) dilatar belakangi oleh beberapa hal :
1. Sumberdaya ikan
2. Sifat dan karakteristik
3. Kebutuhan
4. Upaya untuk mengatur kebutuhan
5. Peluang dan ancaman kehidupan
1. sumber daya ikan
- Sumber daya ikan termasuk bahan makanan yang mudah rusak atau busuk
(perishable). Bahan pangan dari pertanian juga termasuk dalam bahan
pangan yang mudah rusak
- Bahan pangan yang sangat cepat rusak (Highly perishable), ikan termasuk juga dalam kategori ini dan hasi perikanan yang lain
- Beda dengan bahan pangan yang tahan lama seperti tepung, memang akan mengalami pengurangan kualitas tetapi lambat.
Jadi sumber daya perikanan itu sangat kritis sehingga butuh penanganan yang lebih karena bersifat perishable.
2. Sifat dan Karakteristik
- Sumber daya ikan adalah sumber daya yang dapat pulih. Tapi dalam
penangkapan ikan kita harus memperhatikan batas pemulihan sumberdaya
ikan. Karena pemulihan sumber daya perikanan itu terbatas, jadi bila
melampaui batas alaminya maka akan terjadi penyusutan dan punahnya
sumberdaya ikan. Hal ini juga berlaku bagi sumber daya lainnya.
- Sumber daya perikanan juga tidak dapat dihasilkan setiap saat
karena memiliki musim – musimnya. Tapi kebutuhan konsumen akan
sumberdaya perikanan tidak terbatas karena setiap hari dibutuhkan.
Lagi-lagi hal ini membuktikan betapa pentingnya peranan penanganan
hasil perikanan seperti pengawetan. Misalnya ada satu jenis ikan yang
hanya bisa ditangkap 3 kali setahun jadi butuh penanganan penyimpanan
agar dapat dikonsumsi pada jangka waktu yang berkala
3. Kebutuhan
- Ikan mempunyai protein yang tinggi dan memiliki protein dengan
kualitas yang baik dilihat dari kandungan asam amino esensial yang
tergolong lengkap. Ikan juga memiliki protein yang mudah dicerna karena
daging ikan bersifat lunak dan tidak mengandung tendon. Ditambah lagi
Ikan juga memiliki kadar air yang tinggi yang membuat semakin sempurna
saja kelebihan ikan.
- Tapi semua kelebihan itu menyebabkan mudahnya tumbuh bakteri pada
ikan. Salah satu cara pengawetan ikan adalah denganmengurangi kadar air
pada ikan misalnya dengan pengasapan dan pengeringan. Jangan sampai ikan
yang akan kita makan sudah dirusak oleh mikroba terlebih dahulu jadi
kita harus melakukan tindakan pencegahan dan penanganan untuk itu.
4. Upaya untuk mengatur kebutuhan
Ikan juga dapat menjadi bahan baku berbagai kebutuhan rumah tangga
seperti penyedap makanan. Sekarang penyedap makanan seperti sasa dan
pecin sudah mulai dialihkan ke arabusi karena penyedap makanan seperti
pecin dianggap dapat menyebabkan gondok. Bahan baku untuk membuat
arabusi adalah ikan tuna dan cakalang yang tergolong melimpah di
Indonesia.
Ikan tuna dan cakalang dari Indonesia dibawa ke Jepang, dan disana
kemudian dilakukan pengasapan dan farmentasi yang kemudian dapat
menghasilkan arabusi. Dan kemudian arabusi ini dijual kembali ke
Indonesia padahal bahan bakunya dari Indonesia. Kenapa Indonesia tidak
bisa membuat sendiri? Mungkin ini salah satu yang dapat dilakukan untuk
memajukan perikanan di Indonesia agar jangan hanya menjadi penghasil
bahan baku bukan produk. Maka bila Indonesia bisa mandiri untuk membuat
arabusi sendiri berarti Indonesia sudah bisa bersaing dalam hal produk
perikanan. Karena tidak ada yang bisa menghalangi Indonesia karena
Indonesia sudah memiliki bahan baku yang melimpah hanya tinggal
Kemampuan untuk mengolahnya yang kurang.
5. Peluang dan ancaman ke kedepan
Akuakultur/budidaya sekarang tidak hanya di darat tapi di laut juga
sedang diupayakan. Semakin besar upaya peningkatan produksi perikanan
ini juga menjadi peluang bagi orang – orang dalam teknologi pengolahan
perikanan. Karena sudah tentu produksi perikanan tidak dapat lepas dari
penanganan dan pengolahan hasil perikanan
Tapi kenyataannya saat produksi / penangkapan ikan sudah tinggi di
sisi lain penanganan dan pengolahan hasil perikanan masih tradisional
seperti asinan, bakaran, asapan, dll. Dalam setiap proses dari produksi
sampai ke konsumen terdapat resiko-resiko terjadi kerusakan pada ikan.
Jadi butuh penanganan ikan agar resiko itu bisa ditekan sekecil mungkin.
Tantangan : Faktor penyebab kemiskinan masyarakat nelayan
1. Produktifitas atau daya tangkap rendah
- perahu / kapal kecil
- Jangakauan tangkap terbatas
- alat tangkap sederhana
2. Mutu hasil tangkap masih rendah
3. Industri pengolahan hasil perikanan masih sangat kurang
- industri perikanan belum memadai
- tidak mampu menangani hasil tangkap dalam jumlah besar pada musim puncak
4. Tingkat pendidikan nelayan / keluarga masih rendah
Nelayan yang miskin umumnya belum banyak
tersentuh teknologi modern, kualitas sumber daya manusia rendah dan
tingkat produktivitas hasil tangkapannya juga sangat rendah.Sehingga itu
menjadi menghambat alih perkembangan teknologi alat tangkap dan alat
perikanan lain lebih maju.
5. Prasarana di lingkungan nelayang rendah (TPI)
Tidak semua daerah pesisir memiliki Tempat
Pelelangan Ikan (TPI). Hal tersebut membuat para nelayan terpaksa untuk
menjual hasil tangkapan mereka kepada tengkulak dengan harga yang jauh
di bawah harga pasaran. Kondisi ini yang selalu mengakibatkan nelayan
tidak pernah untung, keterbatasan infrastruktur menjadikan nelayan
merugi, tidak seimbangnya antara biaya yang dikeluarkan untuk melaut,
dengan keuntungan hasil jual, karena harga dipermainkan oleh pihak
tengkulak.
6. Kelembagaan nelayan dan kelembagaan ekonomi belum berfungsi secara optimal
- perbankan
- koperasi
7. Sistem bagi hasil masih timpang
- Upah buruh nelayan seakan belum dipikirkan
- tidak ada peraturan yang mengatur sistem bagi hasil
Kebijakan yang pro nelayan mutlak
diperlukan, yakni sebuah kebijakan sosial yang akan mensejahterakan
masyarakat dan kehidupan nelayan.
Peran Teknologi Pengolahan Perikanan
- Peningkatan Konsusmsi protein hasil perikanan
- Penigkatan kualitas hidup nelayan dengan menyediakan memiliki
Tempat Pelelangan Ikan (TPI) agar mempermudah nelayan menjual hasil
tangkapan mereka dengan keuntungan besar.
- Meningkatkan Industri pengolahan hasil perikanandi sekitar kawasan nelayan seperti pabrik es dan garam.
- Meningkatkan kualitas hasil perikanan tangkap atau budidaya dengan
mengawasi pergerakan hasil perikanan dari pemanenan, pengemasan,
pengawetan, dan penjualannya sampai ke konsumen. Kesegaran dan
kebersihan ikan harus tetap dijaga agar harganya tetap tinggi
https://pobersonaibaho.wordpress.com/tag/teknik-pengolahan-hasil-perikanan/