Kamis

Cara Budidaya dan Pemeliharaan Ikan Bawal

Budidaya ikan bawal sejak dahulu dan sampai saat ini masih cukup menjanjikan. Seiring melonjaknya permintaan ikan di pasar-pasar di daerah, membuat para peternak ikan bawal juga semakin banyak dan ikut melonjak jumlahnya. Ikan bawal air tawar (colossoma macropomum) adalah salah satu ikan unggulan budi daya perikanan air tawar.
Usaha budidaya ikan bawal ini dimaksudkan untuk memperoleh ikan ukuran konsumsi atau ukuran yang disenangi oleh konsumen. Pembesaran ikan ini dapat dilakukan di kolam tanah maupun kolam permanen, baik secara monokultur maupun polikultur.
Jenis ikan Bawal mempunyai beberapa keistimewaan dan kelebihan, seperti:
  1. Ketahanan yang tinggi terhadap kondisi limnologis yang kurang baik.
  2. Rasa dagingnya pun cukup enak, hampir menyerupai daging ikan Gurami.

Cara Budidaya Ikan Bawal

Langkah-langkah Cara Budidaya Ikan Bawal:
1. Persiapan Kolam untuk budidaya ikan Bawal
Persiapan kolam ikan bawal ini dimaksudkan untuk menumbuhkan makanan alami dalam jumlah yang cukup. Setelah dasar kolam benar-benar kering, dasar kolam perlu dikapur dengan kapur tohor maupun dolomit dengan dosis 25 kg/100 meter persegi.
Hal ini untuk meningkatkan pH tanah, juga dapat untuk membunuh hama maupun patogen yang masih tahan terhadap proses pengeringan.
Kolam pembesaran tidak mu
tlak harus dipupuk. Ini dikarenakan makanan ikan bawal sebagian besar diperoleh dari makanan tambahan atau buatan. Tapi bila dipupuk dapat menggunakan pupuk kandang 25 – 50 kg/100 m2 dan TSP 3 kg/100 m2. Pupuk kandang yang digunakan harus benar-benar yang sudah matang, agar tidak menjadi racun bagi ikan.
Setelah pekerjaan pemupukan selesai, kolam diisi air setinggi 2-3 cm dan dibiarkan selama 2-3 hari, kemudian air kolam ditambah sedikit demi sedikit sampai kedalaman awal 40-60 cm dan terus diatur sampai ketinggian 80-120 cm tergantung kepadatan ikan. Jika warna air sudah hijau terang, baru bibit ikan ditebar (biasanya 7~10 hari setelah pemupukan).

Raup puluhan juta rupiah dari budidaya ikan botol bekas

JIKA orang biasa melakukan budidaya ikan di dalam kolam atau akuarium, namun di Banjarnegara, Jawa Tengah, ada cara pembudidayaan ikan yang unik. Ya, pengusaha kecil di sana memanfaatkan botol bekas sebagai tempat budidaya. Usaha ini ternyata mampu meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah.

Terlihat, ribuan botol bekas tersusun rapi di salah satu rumah warga Desa Kalipelus, Banjarnegara. Yono (45), sang pemilik bukanlah seorang kolektor atau pengepul botol bekas. Jika diamati seksama, ribuan botol yang berjajar tersebut ternyata berisi ikan hias yang cantik dan berwarna-warni.

Dalam 5 tahun terakhir, Yono menekuni bisnis budidaya dan berjualan ikan hias jenis Cupang atau yang dalam bahasa latin disebut Betta Splendens. Budidaya ikan Cupang ini tak harus memiliki kolam luas, bisa dilakukan dengan memanfaatkan botol bekas.

Jika indukan jantan dan betina dewasa yang sudah berumur 4 bulan dimasukkan dalam satu media, mereka akan kawin, bertelur dan beranak tak kurang dalam waktu 2 bulan. Pemberian pakan berupa Cacing Sutra cukup dilakukan pagi dan sore, tidak merepotkan bukan?

“Untuk sekali panen kami mampu memanen ikan Cupang hingga 1.000 ekor lebih. Satu ekor ikan Cupang dijual mulai dari harga Rp5.000 hingga Rp70 ribu,” ujar Yono, Sabtu (12/10/2013).

Hasil budidaya ikan yang dikembangkan Yono tidak hanya dijual di wilayah Banjarnegara. Dia telah mengirim ikan ke sejumlah daerah di Sumatera, Surabaya dan Jakarta. Diakuinya omzet per bulan bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Ini tentu bisa menjadi inspirasi bagi setiap orang yang ingin memiliki usaha sendiri. Selain menjadi hiasan bagi pehobi, ikan cupang juga dapat membasmi jentik-jentik nyamuk. Tertarik memelihara ikan Cupang dan membudidayakannya, botol bekas bisa menjadi media memelihara ikan yang patut dicoba.


http://ekbis.sindonews.com/read/793777/36/raup-puluhan-juta-rupiah-dari-budidaya-ikan-botol-bekas-1381559976

Uraian Manfaat Jika mengkonsumsi Udang

Selain rasanya lezat, dan dari berbagai kandungan nutrisinya, ternyata mengkonsumsi udang memiliki beragam manfaat. Mulai dari menjaga kesehatan jantung, meningkatkan kecerdasan otak, sampai membantu program diet. Berikut uraian lengkap tentang manfaat konsumsi udang:



  1. Menjaga kesehatan kardiovaskular (jantung) karena kandungan asam lemak esensialnya akan menurunkan kolesterol jahat dan mencegah penggumpalan kepingan darah atau ateroskeloris. Sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung.
  2. Memenuhi kebutuhan protein dengan asam amino berprofil lengkap yang mudah diserap tubuh.
  3. Sangat cocok untuk menu diet karena kalori energinya yang rendah.
  4. Memaksimalkan berbagai fungsi organ-organ vital tubuh karena berbagai kandungan vitaminnya.
  5. Sebagai antioksidan yang mampu menjaga kesehatan fungsi kekebalan tubuh, anti radikal bebas penyebab 50 macam penyakit degeneratif dan membantu produksi antibodi dengan kandungan selenium yang sangat tinggi.
  6. Membantu bekerjanya lebih dari 70 macam enzim, hormon, dan proses biosintesa dalam tubuh lainnya dengan kandungan zinc-nya.
  7. Sangat vital untuk kecerdasan dan pertumbuhan anak dengan tingginya vitamin D, B12 dan Omega 3.
  8. Mencegah penyakit darah rendah (anemia) dan berperan dalam pembentukan sel darah merah karena kandungan besi dan zincnya yang tinggi.
  9. Menjaga kesehatan mata dengen kandungan vitamin A.
  10. Menjaga kesehatan kulit dan mencegah penyakit pellagra (kulit burik dan bersisik) dengan kandungan vitamin E (alpha tocopherol) dan niasin yang tinggi.
  11. Menjaga kesehatan tulang, gigi dan sendi dengan kandungan vitamin D, kalsium dan potasium yang tinggi.
  12. Menjaga kesehatan kulit dan mencegah kulit bersisik dengan kandungan vitamin C dan niasin.
Dalam mengkonsumsi udang, sebaiknya dimakan bersamadengan kulitnya.  Mengapa ? karena kulit udang mengandung “glucosamine” yang bermanfaat untuk membantu pembentukan tulang rawan pada persendian tulang serta menekan kolesterol jahat. Tulang rawan ini berfungsi sebagai “bantalan” pada persendian tulang. Penipisan atau kerusakan pada tulang rawan akan mengakibatkan nyeri yang hebat pada persendian, yang biasa disebut orang sebagai pengapuran. wpi.kkp.go.id

TPHP (Teknik Pengolahan Hasil Perikanan

TPHP (Teknik Pengolahan Hasil Perikanan) dilatar belakangi oleh beberapa hal :

1. Sumberdaya ikan
2. Sifat dan karakteristik
3. Kebutuhan
4. Upaya untuk mengatur kebutuhan
5. Peluang dan ancaman kehidupan
1. sumber daya ikan
- Sumber daya ikan termasuk bahan makanan yang mudah rusak atau busuk (perishable). Bahan pangan dari pertanian juga termasuk dalam bahan pangan yang mudah rusak
- Bahan pangan yang sangat cepat rusak (Highly perishable), ikan termasuk juga dalam kategori ini dan hasi perikanan yang lain
- Beda dengan bahan pangan yang tahan lama seperti tepung, memang akan mengalami pengurangan kualitas tetapi lambat.
Jadi sumber daya perikanan itu sangat kritis sehingga butuh penanganan yang lebih karena bersifat perishable.
2. Sifat dan Karakteristik
- Sumber daya ikan adalah sumber daya yang dapat pulih. Tapi dalam penangkapan ikan kita harus memperhatikan batas pemulihan sumberdaya ikan. Karena pemulihan sumber daya perikanan itu terbatas, jadi bila melampaui batas alaminya maka akan terjadi penyusutan dan punahnya sumberdaya ikan. Hal ini juga berlaku bagi sumber daya lainnya.
- Sumber daya perikanan juga tidak dapat dihasilkan setiap saat karena memiliki musim – musimnya. Tapi kebutuhan konsumen akan sumberdaya perikanan tidak terbatas karena setiap hari dibutuhkan.
Lagi-lagi hal ini membuktikan betapa pentingnya peranan penanganan hasil perikanan seperti pengawetan. Misalnya ada satu jenis ikan yang hanya bisa ditangkap 3 kali setahun jadi butuh penanganan penyimpanan agar dapat dikonsumsi pada jangka waktu yang berkala3. Kebutuhan
- Ikan mempunyai protein yang tinggi dan memiliki protein dengan kualitas yang baik dilihat dari kandungan asam amino esensial yang tergolong lengkap. Ikan juga memiliki protein yang mudah dicerna karena daging ikan bersifat lunak dan tidak mengandung tendon. Ditambah lagi Ikan juga memiliki kadar air yang tinggi yang membuat semakin sempurna saja kelebihan ikan.
- Tapi semua kelebihan itu menyebabkan mudahnya tumbuh bakteri pada ikan. Salah satu cara pengawetan ikan adalah denganmengurangi kadar air pada ikan misalnya dengan pengasapan dan pengeringan. Jangan sampai ikan yang akan kita makan sudah dirusak oleh mikroba terlebih dahulu jadi kita harus melakukan tindakan pencegahan dan penanganan untuk itu.
4. Upaya untuk mengatur kebutuhan
Ikan juga dapat menjadi bahan baku berbagai kebutuhan rumah tangga seperti penyedap makanan. Sekarang penyedap makanan seperti sasa dan pecin sudah mulai dialihkan ke arabusi karena penyedap makanan seperti pecin dianggap dapat menyebabkan gondok. Bahan baku untuk membuat arabusi adalah ikan tuna dan cakalang yang tergolong melimpah di Indonesia.
Ikan tuna dan cakalang dari Indonesia dibawa ke Jepang, dan disana kemudian dilakukan pengasapan dan farmentasi yang kemudian dapat menghasilkan arabusi. Dan kemudian arabusi ini dijual kembali ke Indonesia padahal bahan bakunya dari Indonesia. Kenapa Indonesia tidak bisa membuat sendiri? Mungkin ini salah satu yang dapat dilakukan untuk memajukan perikanan di Indonesia agar jangan hanya menjadi penghasil bahan baku bukan produk. Maka bila Indonesia bisa mandiri untuk membuat arabusi sendiri berarti Indonesia sudah bisa bersaing dalam hal produk perikanan. Karena tidak ada yang bisa menghalangi Indonesia karena Indonesia sudah memiliki bahan baku yang melimpah hanya tinggal Kemampuan untuk mengolahnya yang kurang.
5. Peluang dan ancaman ke kedepan
Akuakultur/budidaya sekarang tidak hanya di darat tapi di laut juga sedang diupayakan. Semakin besar upaya peningkatan produksi perikanan ini juga menjadi peluang bagi orang – orang dalam teknologi pengolahan perikanan. Karena sudah tentu produksi perikanan tidak dapat lepas dari penanganan dan pengolahan hasil perikanan
Tapi kenyataannya saat produksi / penangkapan ikan sudah tinggi di sisi lain penanganan dan pengolahan hasil perikanan masih tradisional seperti asinan, bakaran, asapan, dll. Dalam setiap proses dari produksi sampai ke konsumen terdapat resiko-resiko terjadi kerusakan pada ikan. Jadi butuh penanganan ikan agar resiko itu bisa ditekan sekecil mungkin.
Tantangan : Faktor penyebab kemiskinan masyarakat nelayan
1. Produktifitas atau daya tangkap rendah
-  perahu / kapal kecil
- Jangakauan tangkap terbatas
- alat tangkap sederhana
2. Mutu hasil tangkap masih rendah
3. Industri pengolahan hasil perikanan masih sangat kurang
- industri perikanan belum memadai
- tidak mampu menangani hasil tangkap dalam jumlah besar pada musim puncak
4. Tingkat pendidikan nelayan / keluarga masih rendah
Nelayan yang miskin umumnya belum banyak tersentuh teknologi modern, kualitas sumber daya manusia rendah dan tingkat produktivitas hasil tangkapannya juga sangat rendah.Sehingga itu menjadi menghambat alih perkembangan teknologi alat tangkap dan alat perikanan lain  lebih maju.
5. Prasarana di lingkungan nelayang rendah (TPI)
Tidak semua daerah pesisir memiliki Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Hal tersebut membuat para nelayan terpaksa untuk menjual hasil tangkapan mereka kepada tengkulak dengan harga yang jauh di bawah harga pasaran. Kondisi ini yang selalu mengakibatkan nelayan tidak pernah untung, keterbatasan infrastruktur menjadikan nelayan merugi, tidak seimbangnya antara biaya yang dikeluarkan untuk melaut, dengan keuntungan hasil jual, karena harga dipermainkan oleh pihak tengkulak.
6. Kelembagaan nelayan dan kelembagaan ekonomi belum berfungsi secara optimal
- perbankan
- koperasi
7. Sistem bagi hasil masih timpang
- Upah buruh nelayan seakan belum dipikirkan
- tidak ada peraturan yang mengatur sistem bagi hasil
Kebijakan yang pro nelayan mutlak diperlukan, yakni sebuah kebijakan sosial yang akan mensejahterakan masyarakat dan kehidupan nelayan.
Peran Teknologi Pengolahan Perikanan
- Peningkatan Konsusmsi protein hasil perikanan
- Penigkatan kualitas hidup nelayan dengan menyediakan memiliki Tempat Pelelangan Ikan (TPI) agar mempermudah nelayan menjual hasil tangkapan mereka dengan keuntungan besar.
- Meningkatkan Industri pengolahan hasil perikanandi sekitar kawasan nelayan seperti pabrik es dan garam.
- Meningkatkan kualitas hasil perikanan tangkap atau budidaya dengan mengawasi pergerakan hasil perikanan dari pemanenan, pengemasan, pengawetan, dan penjualannya sampai ke konsumen. Kesegaran dan kebersihan ikan harus tetap dijaga agar harganya tetap tinggi

https://pobersonaibaho.wordpress.com/tag/teknik-pengolahan-hasil-perikanan/